Kamis, Oktober 10, 2013

Proyek Islamisasi dalam Pandangan Syeikh Usama al-Sayyid Al-Azhari

Syeikh Usama al-Sayyid Al-Azhari, salah satu figur ulama’ muda Al-Azhar yang sangat disegani, memiliki gagasan mengenai proyek Islamisasi yang bertujuan untuk mengembalikan Islam kepada zaman kejayaannya. Syeikh Usama menjelaskan dalam artikel yang ditulisnya dengan judul Al-Masyru’ Al-Islamiy Baina Al-Haqiqah wa al-Hurrafah, bahwa upaya Islamisasi tidak bisa dilakukan hanya sekedar dengan menggalang massa sambil berteriak ‘Islam, Islam’, tapi lebih dari itu, upaya Islamisasi harus bersifat komprehensif, dilandasi dengan landasan keilmuan yang kuat dan dilengkapi dengan langkah-langkah konkrit untuk mewujudkan upaya tersebut, sehingga jelaslah apa yang dimaksud dengan Islamisasi itu sendiri. Dengan kejelasan konsep tersebut, diharapkan Islam dapat kembali ke masa keemasannya di zaman khilafah Islamiyyah.

Dalam memahami proyek Islamisasi, Syeikh Usama tidak mengartikannya sebagai upaya yang parsial. Beliau menjelaskan bahwa proyek Islamisasi merupakan suatu upaya dalam menyediakan jawaban yang komprehensif, rinci dan detail atas segala permasalahan dan problem di era modern dalam bidang diplomasi, administrasi, politik, ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan hingga filsafat. Jawaban-jawaban tersebut harus berangkat dari nilai-nilai kehidupan seorang muslim, yang berasal dari Al-Qur’an, Sunnah Nabawiyyah, Maqashid syariah, ijma’, hukum syariat, akhlak, qawa’id al-ushuliyyah wal fiqhiyyah, sunnatullah, hingga dari sastra dan seninya. Nilai-nilai tersebut harus mampu diterjemahkan ke dalam upaya nyata yang berkesinambungan sehingga dapat diterapkan dalam suatu negara.

Untuk mencapai jawaban-jawaban tersebut, dibutuhkan landasan yang tepat. Menurut Syekh Usama, landasan tersebut adalah nilai-nilai kemanusiaan, al-akhlaq al-karimah dan usaha untuk mensejahterakan umat manusia di dunia dan di akhirat. Dengan demikian, seluruh upaya untuk mewujudkan proyek Islamisasi tidak boleh bertentangan dengan maslahat kemanusiaan di dunia dan di akhirat serta harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak yang mulia. Jika ada upaya yang bertentangan dengan maslahat manusia di dunia serta di akhirat, dan juga berseberangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang menyengsarakan umat, maka upaya tersebut harus segera dihapuskan.

Sebagai awal dari proyek ini, Syekh Usama menekankan pentingnya upaya-upaya keilmuan untuk menggarap konsep-konsep tersebut. Menurut beliau, upaya Islamisasi merupakan ijtihad kaum muslimin untuk menemukan konsep dan teori yang tepat sesuai dengan konteks kekinian.  Upaya-upaya tersebut harus bisa menemukan konsep apa yang masih bisa diterapkan, konsep apa yang sudah tidak bisa diterapkan dan apa konsep penggantinya, serta meluruskan konsep-konsep yang menyimpang dari syariat Islam. Untuk itu diperlukan majlis-majlis ilmu yang intens menelaah dan mendalami konsep-konsep tersebut. Majlis ilmu tersebut tidak hanya dihadiri oleh satu golongan saja, melainkan dari seluruh golongan yang ada sehingga dapat ditemukan sinkronisasi dan dapat mendukung terjadinya kesejahteraan seluruh umat manusia di dunia. Dengan kompleksnya proses tersebut, maka wajar jika kemudian Syekh Usama mengisyaratkan waktu yang panjang untuk mewujudkannya.

Di saat yang bersamaan, Syekh Usama juga menyampaikan kritiknya terhadap pihak-pihak yang hanya menjadikan isu Islamisasi sebagai alat propaganda kelompoknya sendiri. Beliau menjelaskan bahwa pihak-pihak yang berlaku demikian telah melakukan tindakan yang ‘sangat berbahaya’. Beliau menerangkan bahwa jika sekelompok manusia sudah terpengaruh dan siap melaksanakan Islamisasi, namun di saat yang bersamaan konsep yang dibawa belum jelas dan bahkan cenderung berlawanan dengan semangat yang sudah didengungkan sebelumnya, akan membuat sekelompok manusia tersebut ragu, takut, kecewa dan pada akhirnya mereka akan bersikap antipati terhadap wacana serupa yang didengungkan kemudian. Hal ini pada akhirnya akan menghambat proses terjadinya Islamisasi di dunia ini.


Dengan demikian, Syekh Usama setidaknya sudah menyampaikan dasar dari proses Islamisasi yang seharusnya terjadi. Proses di mana diawali dari pencarian konsep, pematangan strategi dan penerapannya di lapangan. Wallahu A’lam Bisshawab.

0 komentar: