Masa kecilku dulu

Masa-masa kecilku yang indah bersama keluargaku tercinta.

Teman-teman Seperjuangan di PKU

Terlalu banyak kenangan yang ada di sini.

This is My Family

Keluargaku tercinta. Sumber inspirasi, semangat dan motivasi...

Aku dan Dekanku

Foto bersama dekan dengan baju toga, awesome!

Stavol-Stavol Siman

These all are my dudes.

Minggu, November 17, 2013

Ulasan Lagu Fatin - Dia Dia Dia

Awal bulan lalu, pecinta musik tanah air dimanjakan dengan munculnya lagu terbaru Fatin Shidqia berjudul ‘Dia Dia Dia’. Seperti biasa, lagi-lagi Fatin bisa memanjakan para pendengarnya dengan suaranya yang unik, khas dan istimewa. Saya kira bukan hanya Fatinistic saja yang akan mengatakan ini, namun semua orang yang mendengarkan lagu ini akan sepakat, bahwa Fatin berhasil membawakan lagu ini dengan ‘istimewa’.

Seperti lagu pertamanya, ‘Dia Dia Dia’ menjadikan cinta sebagai tema besarnya. Jika ditarik lebih spesifik, tema cinta yang dibawakan Fatin adalah cinta ‘galau’. Seperti lagu pertamanya, lagu ini menggambarkan kondisi seorang wanita yang ‘tegar’ karena cintanya tidak kesampaian. Bedanya, jika di lagu pertamanya Fatin ‘memilih setia’, dalam lagu ini Fatin ‘kecurian hati’. Meski berbeda perspektif, keduanya mengindikasikan bahwa Fatin ‘galau’ karena cinta.

Sejatinya, saya agak kurang setuju Fatin menyanyikan lagu ‘cinta galau’ seperti ini, karena menurut saya Fatin pantas untuk menyanyikan lagu yang menggambarkan ‘cinta berbalas’, seperti lagu Last Child ft. Giselle ‘Separuh Nafas’ atau Afgan dengan ‘Jika Jodoh Pasti Bertemu’. Mungkin manajemen Fatin memilih tema ‘cinta galau’ ini karena di Indonesia tema ini memang sedang booming, dan lagi, banyak pemuda-pemudi Indonesia yang sedang galau, jadi menurut mereka lagu ini bisa mendapat pangsa pasar yang bagus. Selain itu, penampilan Fatin yang berjilbab membuat saya agak kecewa, jika dia terus-terusan galau, karena saya merasa seorang muslimah pantas mendapatkan ‘cinta berbalas’, tidak sekedar ‘cinta galau’.

Terlepas dari itu semua, toh Fatin dalam kesempatan ini tidak hanya mengeluarkan satu lagu, melainkan satu album, ya, satu album. Saya pribadi belum bisa membeli kasetnya di KFC (secara di tempat saya tinggal tidak ada KFC ^_^). Saya yakin harapan saya bisa tercapai, yaitu berharap Fatin menyanyikan lagu ‘cinta berbalas’, tidak hanya sekedar cinta galau.

Bagi yang belum pernah menyimak liriknya, berikut saya sajikan lirik lagu Fatin Dia Dia Dia
Selalu kupikir bahwa aku tegar
Aku tak pernah menyangka kan begini
Dan saat engkau tak di sisiku lagi
Baru kurasakan arti kehilangan

Ingin kubicara, hasrat mengungkapkan
Masih pantaskah ku bersamamu
Tuk lalui hitam putih hidup ini

Saat engkau pergi, tak kau bawa hati
Dan tak ada lagi yang tersisa
Dia...dia...dia...tlah mencuri hatiku

Dan saat hari dimana kau tinggalkanku
Kupikir semuanya kan baik-baik saja
Dan kini baru kusadari semua
Dia...dia...dia...tlah mencuri hatiku

Ingin kubicara, hasrat mengungkapkan
Masih pantaskah ku bersamamu
Tuk lalui hitam putih hidup ini

Saat engkau pergi, tak kau bawa hati
Dan tak ada lagi yang tersisa
Dia...dia...dia...tlah mencuri hatiku

Ingin kubicara .
Tuk lalui hitam putih hidup ini
Saat engkau pergi, tak kau bawa hati
Dan tak ada lagi yang tersisa

Ingin kubicara, hasrat mengungkapkan
Masih pantaskah ku bersamamu (bersamamu)
Tuk lalui hitam putih hidup ini (hitam putih, hidup ini)

Saat engkau pergi, tak kau bawa hati
Dan tak ada lagi yang tersisa
Dia...dia...dia...tlah mencuri hatiku
Dia...dia...dia...tlah mencuri hatiku
Tlah mencuri hatiku
Ooooh...

Posting kali sekian dulu, insyaAllah berikutnya akan segera diposting ulasan lagu-lagu yang lain.