Minggu, Mei 30, 2010

Kehidupan yang Tersia-siakan

Entah sudah berapa banyak waktu terbuang sia-sia dalam kehidupanku. Jika dihitung-hitung, dari 24 jam total kehidupanku setiap harinya, hanya sekitar 5 hingga 6 jam aku melakoni hidupku dengan penuh makna dan manfaat, sisanya kulalui dengan laghwun dan lahwun yang tak perlu. Jika dikalkulasikan, tiga perempat hidupku terbuang percuma tanpa banyak manfaat yang bisa diambil darinya.
Waktu untuk ibadah tidak lebih dari satu jam sehari. Waktu belajar tidak lebih dari 4 hingga 5 jam, termasuk jam kuliah. Sisanya? Hanya untuk tidur dan melakukan hal yang tidak terlalu bermanfaat. Adakalanya memang kita harus melihat apa yang kita lakukan dalam hidup dengan penuh keyakinan bahwa apapun yang kita lakukan bermanfaat bagi diri kita dan orang lain, namun aku kerap merasakan bahwa yang aku kerjakan sama sekali tidak bermnafaat. Hal inilah yang dimaksud Rasulullah SAW dalam nasehatnya kepada umatnya “waktu kosong sebelum waktu sibukmu” dan “masa mudamu sebelum masa tuamu”. Tak bisa dipungkiri, aku kini sedang dalam masa muda yang penuh dengan kekosongan, dan inilah tantangan terbesar dalam hidupku, apakah aku dapat benar-benar memaknai peringatan Rasulullah SAW di atas. Kuharap, tulisan ini dapat menjadi motivasi bagi diriku sendiri maupun orang lain untuk bisa meningkatkan intensitas manfaat dari segala apa yang kita kerjakan. Don’t let our lives caught in vain.

1 komentar:

Benazir Fathia Audra mengatakan...

ilmu yang kita miliki sia-sia karena tak di amalkan...